Thursday, June 7, 2007

Keindahan Tapis dan Gerak Tari Sembah

Perjalanan saya ke Lampung 19-22 April 2007, telah memberikan wawasan kebudayaan baru. Propinsi yang juga dikenal dengan beragam budaya, antara lain kain tradisional tenun Tapis.
Kain Tapis adalah pakaian wanita suku Lampung yang berbentuk kain sarung terbuat dari tenun benang kapas dengan motif atau hiasan bahan sugi, benang perak atau benang emas dengan sistim sulam (Lampung; "Cucuk").

Dengan demikian yang dimaksud dengan Tapis Lampung adalah hasil tenun benang kapas dengan motif, benang perak atau benang emas dan menjadi pakaian khas suku Lampung.

Jenis tenun ini biasanya digunakan
pada bagian pinggang ke bawah berbentuk sarung yang terbuat dari benang kapas dengan motif seperti motif alam, flora dan fauna yang disulam dengan benang emas dan benang perak.

Tapis Lampung termasuk kerajian tradisional karena peralatan yang digunakan dalam membuat kain dasar dan motif-motif hiasnya masih sederhana dan dikerjakan oleh pengerajin.

Kerajinan ini dibuat oleh wanita, baik ibu rumah tangga maupun gadis-gadis (muli-muli) yang pada mulanya untuk mengisi waktu senggang dengan tujuan untuk memenuhi tuntutan adat istiadat yang dianggap sakral.

Kain Tapis saat ini diproduksi oleh pengrajin dengan ragam hias yang bermacam-macam sebagai barang komoditi yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.
Tari Sembah
Sementara, dalam sebuah pembukaan MTQ Tingkat Propinsi Lampung, yang diwakili oleh sembilan Kabupaten, saya terpesona oleh keindahan tarian lokal yang disebut dengan Tari Sembah.

Tari sembah sebuah tarian untuk penyambutan acara-acara resmi. Foto ini, meski diperoleh dengan menembus protokeler yang cukup ketat untuk sebuah acara daerah (soalnya saya masuk sebagai penumpang gelap), akhirnya didapat.

Ketika hendak memotre gerak tari dari dekat, posisi bidik saya celakanya membelakangi pandangan para pejabat teras propinsi dan kabupaten yang duduk di deretan depan undangan.

Seorang panitia berbaju batik tiba-tiba menepuk punggung saya seraya berkata:

"Mas, jangan pantatin pejabat doong!".

Baca Esay Foto Lain
Berjuang untuk sekolah
Cerita sahabat kecil
Pada sebuah kapal

5 comments:

Sanak Liwa Lampung Barat said...

hebat....kerennn...
salam kenal

arthaliwa.wordpress.com

Sanak Liwa Lampung Barat said...

hebat....kerennn...
salam kenal

arthaliwa.wordpress.com

Sanak Liwa Lampung Barat said...

hebat....kerennn...
salam kenal

arthaliwa.wordpress.com

Sanak Liwa Lampung Barat said...

hebat....kerennn...
salam kenal

arthaliwa.wordpress.com

idea foto said...

Salam kenal juga. Terima kasih