Wednesday, November 24, 2010

Pak Tua dan Bemo tua



Pak Tua
dan Bemo Tua

Seiring dengan perkembangan zaman, maka perkembangan sarana transportasipu mengalami pergeseran. "Bajay dan Bemo" adalah salah satu dari sarana transportasi yang mengalami dampak dari perkembangan teknologi otomotif.

Dulu dua jenis kendaraan ini menjadi faforit setiap jalan dan gang di Ibu kota negeri ini. Sekarang nasibnya merana sama seperti para supirnya yang rata-rata juga sudah udzur umurnya.

Tampak pada foto di sebelah kanan ini banyak penumpang yang memilih sarana tranportasi lain. Lebih cepat dan dapat diandalkan merupakan stu alasan mutlak bagi para pengguna jasa transportasi di kota besr seperti Jakarta ini.
Bahkan pada ruas jalan tertentu kendaraan ini sudah tidak boleh beroperasi ladi. Karena teknologi yang masih primitif dan mempunyai dampak yang cukup signifikan atas pencemaran udara.

Thursday, November 18, 2010

Negeri diatas Awan

Takengon


Sebuah Negeri diatas Awan




Perjalanan dari Medan menuju Aceh sangat mengesankan. Selain panorama alam yang menkjubkan juga melintasi ragam kebudayaan didataran Nusantara yang kaya dengan keanegaragaman budaya.




















Konflik yang terjadi selama ini hanya menyisakan kenangah pahit dan goresan sejara hitan negeri serambi Mekah ini. Nampak sisa-sisa konflik yang terabaikan dan bongkahan bangunan yang membisu seolah tidak mau bebrbagi cerita kusam masalalu.












Aceh selalu identik dengan Kopi yang telah tersebar diseluruh belahan dunia diantaranya Belanda dan Negara-negara Eropa lainnua. Ini terbukti dengan standar Organik yang mereka berikan pada setiap produk yang memang sudah memenuhi setandar dari Control Union.






































Sertifikan Control Union ini telah dimiliki oleh Pupuk Biologi Agrobost yang sedang mengembangkan pasarnya di Tanah rencong tersebut.







Takengon sebuah kota diantara gugusan gunung-gunung yang kokoh menjulang seolah
petani yang selama ini hampir lupa bagimana caranya tersenyum, kini sudah bisa lepas tersenyum melihat hasil tamannya yang memuaskan.
Penggunaan Pupuk Hayati Agrobost mampu mengatasi permaslahan petani kopi akan
kelangkaan pupuk kimia dipasaran. selain harganya yang murah Agrobost juga ramah
lingkungan dan tidak berpotensi untuk merusak lingkungan.









Kegiatan pasar tradisional Takengon membuat kami tertarik untuk menelusuri beberapa gang dan diantara sela-sela pedagang hasil bumi dan sayur-mayur yang masih ranum.

Sebagai tolak ukur perekonomian lokal kegiatan pasar tersebut sudah cukup mewakili perkembangan perekonomian paca konflik yang selama ini.





"Sebuah Negeri diatas Awan"























Sebuah danau luas dengan airnya yang tenang, warna biru terlihat dari atas bukit. “Sebuah Negeri Diatas Awan” Kami menamainya. Dan Kedamaian menjadi Istanaya. Syair Katon bagaskara.
















Menyusuri gunung dan lembah selama kurang lebih 6, semula terdengar sangat mengerikan dan menjenuhkan. Namun semua itu terbayar sudah dengan panorama yang sangat Indah dan luar biasa.










Adat lokal yang masih menjunjung tinggi azas kebersamaan






















Melintasi wilayah Tanah Karo, kami sempat menjumpai suatu prosesi upacara adat. Terlihat jelah bawha nilai luhur budaya lokal yang masih terjaga dengan baik ditengah modernisasi.

Sunday, March 28, 2010

Ketika di Solo





Ketika Ke Solo
Kesempatan nglayap di antara tembok-tembok keraton Surakarta beberapa hari yang lalu. Kebetulan ada kerjaan di kota Solo maka kesempatan itu saya manfaatkan untuk memanjakan hobi ini. Dengan bekal nekat maka saya pun mencoba menyusuri gang-gang diantara kokohnya tembok benteng (Mbeteng kata orang solo) akhirnya masuk ke gerbang utama keraton. Sejenak tidak kelihatan aktifitas didalam keraton.







Tiba tiba pintu keraton dibuka dan berhamburan keluar rombongan dari berbagai wilayah. Tanpa basa-basi naluri pun langsung mengabadikan beberapa frem. Ada sedikit percakapan yang sempat terekam oleh saya diantara para abdi dalem yang sudah selesai melakukan paseban.



”Kang!!!, kahanan negoro iki kok ra karuan ngene to, Masalah setury ra ono juntrungane, pansus yo mung koyo dagelan thok, masalah sing siji rong rampung wes digeser masalah liyane, teroris lah, makelar kasus lan liyo-liyane”.
”Wes lah dhi, awa e dhewe iki sing penting madhep mantep anggone suwito karo Sinuwun Paku Buwono (PB)XIII Hangabehi”.





Sementara diluar tembok keraton tampak seorang ibu dengan sabar menyandarkan harapanya usahanya sebagai pembeli perhiasan (emas). Semangatnya tetap kokoh sekokoh tembok keraton yang membentang panjang.










Perjalanan saya lanjutkan ke kampong batik yang belum lama dikukuhkan oleh Bapak Walikota Solo, Joko Widodo. Namun tanpa sengaja saya ketemu dengan rombongan Mas Tukul Arwana bersama kruw Bukan empat mata sedang jalan-jalan di kampong batik.


Proses pengringan kain batik setelah proses pelorotan malam dengan menggunakan air panas atau mendidih, sebagai penutup motif.

Thursday, June 7, 2007

Keindahan Tapis dan Gerak Tari Sembah

Perjalanan saya ke Lampung 19-22 April 2007, telah memberikan wawasan kebudayaan baru. Propinsi yang juga dikenal dengan beragam budaya, antara lain kain tradisional tenun Tapis.
Kain Tapis adalah pakaian wanita suku Lampung yang berbentuk kain sarung terbuat dari tenun benang kapas dengan motif atau hiasan bahan sugi, benang perak atau benang emas dengan sistim sulam (Lampung; "Cucuk").

Dengan demikian yang dimaksud dengan Tapis Lampung adalah hasil tenun benang kapas dengan motif, benang perak atau benang emas dan menjadi pakaian khas suku Lampung.

Jenis tenun ini biasanya digunakan
pada bagian pinggang ke bawah berbentuk sarung yang terbuat dari benang kapas dengan motif seperti motif alam, flora dan fauna yang disulam dengan benang emas dan benang perak.

Tapis Lampung termasuk kerajian tradisional karena peralatan yang digunakan dalam membuat kain dasar dan motif-motif hiasnya masih sederhana dan dikerjakan oleh pengerajin.

Kerajinan ini dibuat oleh wanita, baik ibu rumah tangga maupun gadis-gadis (muli-muli) yang pada mulanya untuk mengisi waktu senggang dengan tujuan untuk memenuhi tuntutan adat istiadat yang dianggap sakral.

Kain Tapis saat ini diproduksi oleh pengrajin dengan ragam hias yang bermacam-macam sebagai barang komoditi yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.
Tari Sembah
Sementara, dalam sebuah pembukaan MTQ Tingkat Propinsi Lampung, yang diwakili oleh sembilan Kabupaten, saya terpesona oleh keindahan tarian lokal yang disebut dengan Tari Sembah.

Tari sembah sebuah tarian untuk penyambutan acara-acara resmi. Foto ini, meski diperoleh dengan menembus protokeler yang cukup ketat untuk sebuah acara daerah (soalnya saya masuk sebagai penumpang gelap), akhirnya didapat.

Ketika hendak memotre gerak tari dari dekat, posisi bidik saya celakanya membelakangi pandangan para pejabat teras propinsi dan kabupaten yang duduk di deretan depan undangan.

Seorang panitia berbaju batik tiba-tiba menepuk punggung saya seraya berkata:

"Mas, jangan pantatin pejabat doong!".

Baca Esay Foto Lain
Berjuang untuk sekolah
Cerita sahabat kecil
Pada sebuah kapal